Langsung ke konten utama

TAMAN REKREASI SENGKALING


Taman rekreasi sengkaling terletak di Jl. Raya Mulyoagung No. 188, kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Lokasinya sangat strategis karena terletak di pinggir jalan raya yang menghubungkan kota malang dan kota batu. “wisata air impian keluarga”, ini adalah slogan dari taman rekreasi sengkaling karena ini merupakn tempat liburan keluarga.


Pengelola taman sengkaling ini adalah PT. Tman Bentoel   aman Rekreasi Sengkaling dibuka setiap hari, dengan jam operasional mulai pukul 06.00 hingga pukul 17.00 WIB. Hal ini dimaksudkan untuk memberi keleluasaan kepada masyarakat yang akan melakukan rekreasi sekaligus bersantai bersama  keluarga.

Taman Rekreasi Sengkaling pertama kali didirikan oleh seorang warga Belanda bernama Mr. Coolman pada tahun 1950 dan sempat dikelola oleh Mochtar warga dari Padang. Ketika dikelola Mochtar, Sengkaling selalu tutup pada hari Jumat.

Sejak tahun 1975 sampai sekarang, tempat wisata ini mempunyai berbagai fasilitas yang memiliki keunggulan tersendiri dibandingkan tempat wisata yang lain. Salah satunya adalah wisata airnya  yang berasal dari sumber alami pegunungan. Konon, salah satu sumber yang ada yaitu Kolam Tirta Alam, dipercayai bisa membuat orang awet muda dan sampai saat inipun masih banyak masyarakat yang mempercayainya.


sumber: disini

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BOOKSOTRE UMM

BOOKSTORE UMM merupakan toko buku milik UMM yang terletak di Jl. Raya Tlogomas no.50 , Malang, Jawa Timur. Bersebelahan dengan Hotel UMM/UMM Inn. UMM Bookstore adalah unit usaha di bawah kepemilikan UMM dan sedang didaftarkan sebagai Perseroan Terbatas (PT). UMM Bookstore mulai beroperasi pada tanggal 21 Agustus 2005.

PRACTICE 1 PRACTICE FOR WRITING SKILL

PRACTICE 1 PRACTICE FOR WRITING SKILL Read this following paragraph carefully. 1.       RAILWAY MANIAS In 1830 there were a few dozen miles of railways in all the world – chiefly consisting of the line from Liverpool to Manchester. By 1840 there were over 4,500 miles, by 1850 over 23,500. Most of them were projected in a few bursts of speculative frenzy known as the ‘railway manias’ of 1835–7 and especially in 1844–7; most of them were built in large part with British capital, British iron, machines and know-how. These investment booms appear irrational, because in fact few railways were much more profitable to the investor than other forms of enterprise, most yielded quite modest profits and many none at all: in 1855 the average interest on capital sunk in the British railways was a mere 3.7 per cent. (From The Age of Revolution by Eric Hobsbawm, 1995, p. 45)      Topic          ...

PERKEMBANGAN DAN KEMAJUAN TEKNOLOGI

Ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) di indonesia berkembang dari tahun ke tahun sejak indonesia masih dalam penjajahan Belanda. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia pada masa penjajahan dipelopori dan diperkenalkan oleh pemerintah kolonial Belanda. Pada waktu itu masyarakat diperkenalkan pada persenjataan modern baik yang ringan maupun yang berat.